Blog

Bebas dari Belenggu Ketidaknyamanan 18AUG 15

Bebas dari Belenggu Ketidaknyamanan

9 Comments

Tips berikut ini saya praktikkan bagi diri sendiri. Apabila Anda merasa cocok, silahkan mengambil dan mempraktikkannya.

1. Pada saat Anda merasakan ketidaknyamanan (atau kenyamanan sebagai bentuk lain dari ketidaknyamanan), fisik dan/atau psikologis, sadari bukan hanya rasa ketidaknyamanan tetapi terlebih sadari “keakuan” Anda yang mengatakan “Aku tidak nyaman; ketidaknyamanan itu adalah milikku.” Janganlah pikiran menciptakan “si aku”.
2. Janganlah bertanya mengapa Anda merasakan ketidaknyamanan itu untuk mencari sebab-sebabnya, tetapi sadarilah ketidaknyamanan itu dengan perhatian tak terbagi dan pahamilah bagaimana proses ketidaknyamanan itu bisa terjadi pada batin Anda.
3. Jadilah Kesadaran Murni itu sendiri dan kemudian biarkan Kesadaran Murni merasakan ketidaknyamanan yang bukan lagi menjadi “milik keakuan” Anda.
4. Sadariah bahwa kondisi fisik atau psikologis Anda hanyalah salah satu dari banyak lapisan yang membentuk siapa Anda, tetapi itu semua bukanlah Hakikat Anda. “Hakikat Anda yang tak-berhakikat” tidak lain adalah Kesadaran Murni itu sendiri.
5. Rasakan bahwa Kesadaran Murni adalah seperti ruang yang mahaluas, tanpa bentuk, tanpa inti. Kesadaran Murni ini bukan berasal dari apa saja yang bisa Anda kenali dengan pikiran.
6. Janganlah sekali-sekali berpikir, berbicara atau bertindak dengan tubuh Anda di luar Kesadaran Murni. Apabila pikiran, kata dan tindakan Anda terpisah dari Kesadaran Murni, rasakan ketidaknyamanan pada tubuh dan batin Anda. Jadilah kembali Kesadaran Murni yang merasakan ketidaknyamanan Anda.
7. Dari ruang Kesadaran Murni yang mahaluas, biarkan pikiran, kata-kata dan tubuh Anda bekerja semata-mata sebagai alat ataupun ekspresi dari Kecerdasan Ilahi yang timbul dari dalam.
8. Janganlah coba-coba untuk menyembuhkan atau mengubah keadaan batin Anda, tetapi cukup bertahanlah untuk tinggal bersama ketidaknyamanan Anda dalam Kesadaran Murni, tanpa menambah atau mengurangi.
9. Biarkan kondisi fisik dan mental Anda yang Anda sadari dengan perhatian total tak-terbagi mengubah Anda—membuat Anda keluar dari identifikasi dengan tubuh fisik dan mental--hingga energi ketidaknyamanan sepenuhnya mekar dan layu.
10. Ambillah waktu yang cukup untuk hadir sepenuhnya pada bentuk-bentuk ketidaknyamanan Anda--betapapun kuat atau lemah, kasar atau halus. Perhatikan di tingkatan mana Anda hadir—di tingkatan kesadaran pikiran atau Kesadaran Murni.
11. Tunggulah hingga Kesadaran Murni terbangkitkan secara alamiah di balik rasa ketidaknyamanan dan rasakan bahwa Kesadaran Murni atas ketidaknyamanan adalah Kebebasan dari rasa ketidaknyamanan.
12. Lakukan praktik Kesadaran Murni ini terus-menerus hingga setiap beban ketidaknyamanan fisik dan/atau psikologis dapat ditanggung dengan relative ringan atau Anda dibebaskan sama sekali dari belenggu ketidaknyamanan.

Let us be grounded in the Land of Freedom in every single moment!
Breathe n Smile!

js

9 Comments

  • Bagi pemula, poin mana yang paling mudah Mo? Saya merasa poin 1 itu sulit. Mohon pencerahannya Mo. Terima kasih.

  • Ketika terjadi kebingungan dalam batin, terjadi pergolakan batin. Kemudian terlintas pikiran “sadari fakta batin”, yang menyebabkan pergolakan tersebut berhenti, sehingga terjadi kesunyian dalam batin. Apakah yang terjadi tersebut menunjukan terjadi keadaan menyadari fakta batin? Atau terjadi pemaksaan terhadap batin untuk diam? Mohon pencerahannya Mo. Terima kasih.

    • Menyadari (secara pasif) hingga kebingungan berhenti dengan sendirinya berbeda dengan (berdaya upaya) menghentikan kebingungan. Tidak ada orang yang tahu apa yang terjadi dengan batin Anda kecuali Anda sendiri.

      js

  • Mo, saya benar2 bodoh. Saya tidak mengerti bagaimana maksudnya sadari fakta batin. Mohon Romo berikan beberapa contohnya, sehingga saya yang bodoh ini bisa mengerti. Terima kasih.

    • Apa yang terjadi dengan batin Anda sekarang? Akdakah rasa cemas, gelisah, galau, bingung atau mantap, semangat, bahagia? Itu adalah fakta batin. Sadari fakta batin itu tanpa menambah atau mengurangi, tanpa membenci atau melekati? Coba dipraktikkan dan lihat apa yang terjadi?

      js

  • Romo, Aku tidak ngerti point 2. Kita tidak boleh mencari sebab ketidak nyamanan tersebut tetapi pahamilah proses ketidaknyamanan itu terjadi. Boleh kah Romo beri contohnya sehingga Aku bisa dicerahkan. Terima kasih Romo..

    • Memahami proses terjadinya suatu fenomena batin–dalam contoh di sini adalah ketidaknyamanan–berbeda dengan mencari sebab dari suatu fenomena batin. Pikiran kita sudah terkondisi untuk bekerja seperti pisau, yaitu memotong realita menjadi bagian-bagian melalui analisa sebab-akibat dan pisau pikiran hanya bisa bekerja menurut keterkondisiannya. Misalnya, Anda mengalami rasa tidak nyaman, “Aku merasa sakit hati karena temanku melemparkan kata-kata yang menyakitkan padaku. Aku tidak lagi nyaman berhubungan dengannya. Aku hanya akan menjadi baik kalau dia berubah.”

      Analisa sebab dan akibat seperti contoh di atas tidak menolong pembebasan diri. Pembebasan diri dari rasa tidak nyaman atau rasa sakit hati hanya bisa datang apabila terdapat pemahaman akan proses-proses bagaimana rasa sakit atau ketidaknyamanan tersebut timbul dan bergerak. Ketika Anda mendengar kata-kata yang tidak enak, dalam sekejap Anda merasa sakit hati. Antara mendengar kata dan timbulnya rasa sakit hati, terdapat proses-proses batin yang panjang. Namun Anda tidak melihatnya pada saat itu. Kalau Anda jatuh dari pohon, Anda tahu jatuh itu menyakitkan. Tetapi proses jatuh sampai timbulnya rasa sakit tidak Anda tangkap. Proses-proses itulah yang perlu untuk dilihat dan dipahami.

      Ketika (1) terjadi kontak dan Anda mendengar kata-kata teman Anda, dengan cepat timbul (2) kesan mental. Ketika kesan mental itu datang kepada (3) pikiran, pikiran menamainya sebagai (4) rasa sakit hati. Tetapi sesungguhnya, (5) rasa sakit hati itu diciptakan sendiri oleh pikiran Anda, bukan oleh teman Anda. Dan begitu pikiran menciptakan rasa sakit hati, (6) pikiran terus membuntuti gerak rasa sakit hati dan (7) pikiran dipenuhi oleh rasa sakit. Jadi pikiran terjebak pada apa yang diciptakannya sendiri. Ketika terdapat keawasan atau perhatian tak terbagi terhadap gerak pikiran dan kondisi mental ini, fenomena batin apa lagi yang bisa Anda lihat?

      Keawasan dan pemahaman akan fenomena batin dengan cara demikianlah yang bisa membawa kita pada pembebasan, bukan analisa intelektuil sebab-akibat. -js-

    • Coba ambil satu point saja dan terus dipraktikkan setiap hari selama seminggu. Lalu minggu berikutnya point berikutnya dan seterusnya. Sadari fakta batin seperti ditunjukkan oleh point-point tersebut.Sadari, sadari, sadari. Itu saja “teknik”-nya.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *