Blog

Open Letter of Franz Magnis-Suseno to the ACF 16MAY 13

Open Letter of Franz Magnis-Suseno to the ACF

70 Comments

Pada akhir Mei ini, sebuah organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Appeal of Conscience Foundation (ACF), akan memberikan penghargaan negarawan dunia 2013 atau 'World Statesman Award' kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berikut surat protes Franz Magnis-Suseno yang ditujukan kepada ACF. Terjemahan dari teks Inggris ke Bahasa Indonesia dikerjakan oleh Bapak Hudoyo Hupudio.

======

Ladies and Gentlemen of the Appeal of Conscience Foundation (ACF),

I am a Catholic Priest and professor of philosophy in Jakarta. In Indonesia we learnt that you are going to bestow this year’s World Stateman Award to our President Susilo Bambang Yudhoyono because of his merits regarding religious tolerance.
This is a shame, a shame for you. It discredits any claim you might make as a an institution with moral intentions.
How can you take such a decision without asking concerned people in Indonesia? Hopefully you have not made this decission in response to prodding by people of our Government or of the entourage of the President.

Do you not know about the growing difficulties of Christians to get permits for opening places of prayer, about the growing number of forced closures of churches, about the growth of regulations that make worshipping for minorities more difficult, thus about growing intolerance on the grassroot level? And particularly, have you never heard about the shameful and quite dangerous attitudes of hardline religious groups towards so called deviant teachings, meaning members of the Achmadiyah and the Shia communities, and the government of Susilo Bambang Yudhoyono just doing nothing and saying nothing to protect them? Hundreds of their people have under Susilo Bambang Yudhoyono’s presidentship been driven out of their houses, they still live miserably in places like sports halls, there have allready Achmadis and Shia people been killed (so that the question arises whether Indonesia will deteriorate to conditions like Pakistan dan Iran [favor of President G. W. Bush] where every months hundreds of Shia people are being killed because of religious motivations)?

Do you not know that President Susilo Bambang Yudhoyono during his up to now 8 1/2 years in office has not a single time said something to the Indonesian people, that they should respect their minorities? That he has shamefully avoided responsibility regarding growing violence towards Achmadiyah and Shia people?

Again, whom did you ask for information before making you award choice? What could be your motivation to bestow upon this President a reward for religious tolerance who so obviously lacks any courage to do his duty protecting minorities?

I have to add that I am not a radical, not even a “human right extremist” (if such exist). I am just appaled about so much hypocrisy. You are playing in the hands of those - still few - radicals that want to purify Indonesia of all what they regard as heresies and heathen.

Franz Magnis-Suseno SJ

=====

Bapak-bapak dan ibu-ibu dari the Appeal of Conscience Foundation (ACF),

Saya seorang pastor Katolik dan profesor filsafat di Jakarta. Di Indonesia kami mengetahui bahwa Anda akan memberikan Hadiah Negarawan Dunia tahun ini kepada Presiden kami, Susilo Bambang Yudhoyono, oleh karena jasa2nya dalam kaitan toleransi beragama.

Ini sangat memalukan, sangat memalukan bagi Anda. Ini mendiskreditkan seluruh klaim Anda sebagai lembaga yang bertujuan moral.

Bagaimana mungkin Anda mengambil keputusan seperti itu tanpa meminta pendapat warga yg terlibat di Indonesia? Mudah2an kalian tidak membuat keputusan ini sebagai jawaban atas dorongan dari orang2 di pemerintahan kami atau dari para pengiring Presiden.

Apakah kalian tidak tahu tentang kesulitan2 yang semakin meningkat dari kaum Kristen untuk memperoleh izin mendirikan tempat ibadah, tentang meningkatnya jumlah gereja2 yg ditutup, tentang meningkatnya peraturan2 yang membuat kebaktian bagi kaum minoritas semakin sulit, dengan demikian tentang meningkatnya intoleransi di tingkat bawah? Dan khususnya, apakah kalian tidak mendengar sikap2 berbahaya dan memalukan di kalangan kelompok2 agama garis keras terhadap ajaran2 yg dikatakan menyimpang, yg berarti anggota2 komunitas Ahmadiyah dan Shiah, sedangkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak berbuat apa2 dan tidak menyatakan apa2 untuk melindungi mereka? Ratusan orang dari mereka di bawah kepresidenan susilo Bambang Yudhoyono telah diusir dari rumah mereka, sampai sekarang mereka masih tinggal dengan sengsara di gedung2 seperti gedung olahraga, dan ada warga Ahmadiyah dan Shiah yang terbunuh (sehingga muncul pertanyaan apakah Indonesia akan merosot ke dalam kondisi seperti di Pakistan dan Iran [berkat Presiden G.W.Bush] di mana setiap bulan ratusan warga Shiah dibunuh berdasar motivasi agama)?

Tidakkah kalian tahu bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 8,5 tahun kekuasaannya tidak pernah sekalipun mengatakan sesuatu kepada rakyat Indonesia bahwa mereka harus menghormati kaum minoritas? Bahwa secara memalukan ia telah menghindari tanggung jawab berkaitan dengan meningkatnya tindak kekerasan terhadap sarga Ahmadiyah dan Shiah?

Selain itu, siapakah yang kalian mintai informasi sebelum membuat pilihan bagi hadiah kalian? Apakah motivasi Anda untuk memberikan kepada Presiden ini sebuah hadiah bagi toleransi beragama, padahal ia jelas tidak mempunyai keberanian untuk melaksanakan kewajibannya melindungi kaum minoritas?

Saya perlu menambahkan bahwa saya bukan seorang radikal, bahkan bukan seorang "ekstremis HAM" (kalau pun ada yg seperti itu). Saya hanya merasa ngeri melihat begitu banyak kemunafikan. Anda terperangkap dalam permainan kaum radikal --yg jumlahnya masih sedikit-- yg ingin membersihkan Indonesia dari semua yang mereka anggap sebagai ajaran sesat dan kafir.

Franz Magnis-Suseno SJ

70 Comments

  • Menurut saya,toleransi dalam kehidupan yang majemuk itu adalah pengakuan terhadap HAM,pengakuan terhadap HAM adalah gambaran kecerdasan atau tingkat tingginya budaya manusia. Kalau terjadi pelanggaran terhadap HAM oleh suatu komunitas,maka komunitas itu tergolong komunitas yg tingkat kecerdasa dan budayanya rendah,tergolong mahluk abad primitif yang hidup di abad modern. Kalau itu terjadi di Indonesia yang terkenal berbudaya dan cerdas sejak abad pertengahan maka komunitas tadi adalah makluk-mahluk yang mengingkari budayanya sendiri terjerebab pengaruh asing yang berbudaya rendah. Ingat Budaya Nusantara sangat terkenal didunia sebagai budaya yang tinggi dengan indikasi Ramah,toleran,peduli dan tercermin dari kehalusan budi bahasanya,sikap perilakunya,tutur katanya……..kalau ini memudar maka betapa dasyatnya inviltrasi budaya rendah tersebut menusuk kita dan kalau dibiarkan akan berakibat KeIndonesiaan runtuh,identik denga hilangnya Indonesia menjadi negara kecil-kecil yang saling bertengkar tanpa henti yang berakibat dimana-mana hanya penderitaan sampai kiamat, Jadi kalau nilai-nilai budaya hasil kecerdasan leluhur diremehkan yaitu toleransi,kejujuran,kepedulian kepada sesama,kecerdasan, keadilan,kebijaksanaan, kesantunan,kehalusan sementara ada pihak-pihak yang melakukan pembiaran yang terkesan lebih berpihak kpd budaya primitif maka kita sedang dibawa menuju titik nadir kehancuran kebudayaan nusantara yang terkenal sangat tinggi itu.

  • Mungkin yg paling tepat untuk pak SBY adalah penghargaan atas ketidakberanian membela dan mendukung kaum minoritas di indonesia. Dan penghargaan atas pendiaman sikap2 intoleran di kalangan umat beragama minoritasIndonesia.

    • @mas Wisnu, bukan hanya aneh tapi juga NYELENEH ! Award AFC ‘ ditukar ‘ dengan privilege untuk mendapat proyek di negri ini bagi private company America kali…walahualam

  • Belum layak gelar ini dengan segala fakta yang terjadi di masyarakat bahwa negara menutup mata akan intoleransi beragama dan berkeyakinan yang kerap terjadi di Indonesia ? Pembiaran anarkisme terhadap kaum/kelompok tertentu oleh kaum/kelompok lain yang menganggap dirinya paling benar dalam berkeyakinan. Indonesia merupakan negara Pancasila dengan banyak warna didalamnya sehingga sangat indah jika berjalan hidup rukun dan damai dengan menjalankan semangat JIWA NUSANTARA. Bersama membangun Negeri untuk bisa menjadi lebih baik. Gusti Nyembadani

  • Sangat setuju dengan bapak Franz Magnis-Suseno SJ. Semoga menjadi pertimbanagan bagi lembaga Ўɐ♌ğ akan memberikan penghargaan.

  • Kita galang terus penolakan penghargaan ke SBY, orang spt itu kok di ksh penhargaan,tks romo atas suratnya biar pada melek, sy siap utk menggalang,

  • Saya sangat mengapresiasi surat yang berisi pandangan Romo Magnis-Suseno. Saya ingin mengajukan saran, bagaimana jika mengikuti Petisi ONLINE, yang saya rasa bisa menunjukkan ke-tidak setujuan masyarakat atas pemberian award tersebut.

  • saya tidak setuju pemberian penghargaan kepada SBY ……. di Manado (Minahasa) Sulawesi Utara Masjid dibangun di mana-mana ada IMB atau tidak bukan persoalan tapi mengapa ditempat lain diluar sulut begitu sulit membangun GEREJA dan Pemerintah mengambil bagian didalamnya (IMB)

  • Pater Franz bukan sembarangan orang yang hanya mampu menulis tanpa berpikir jauh, beliau pakar di bidang SOSIAL BUDAYA bukan hanya di Indonesia tetapi DUNIA.
    Artinya beliau pun mengetahui bahwa di luar Indonesia kejadian serupa juga dihadapi oleh Umat mayoritas di sini.

    BETUL, persoalannya bukan karena ijin semata tetapi jauh tenggelam ke dalam bahwa PENGHARGAAN itu sungguh tidak mencerminkan sikap bijaksana dalam hal realita yang terjadi dari pemimpin kita pak SBY.

    SEMOGA Surat Terbuka ini mampu untuk menjadikan bangsa kita lebih kritis dalam menatap setiap persoalan yang terjadi.

    Duc in altum

  • Sy sangat2 setuju pemberian penghargaan kepada President kita SBY, biar dunia tau jelas & buka mata apa yg terjadi di Indonesia dan fakta2 dilapangan. Bagaiman Presiden SBY bisa terima penghargaan?Siap tau penghargaannya berupa sebuah “cermin”. He..he.. Biarlah dunia yg menilai.

  • The statement of Pater Magnis Soeseno is true that is the fact. And president Susilo Bambang Yudoyono don’t care the religius tolerance (intolerance) many churth was close and don’ give perPresidentmission to build the churh. Please think once your decision to give. Appreciation to our

  • Saya setuju dengan komentar Anda Bp. Eddy Wiganda. Umat Kristen membutuhkan bangunan untuk tempat bersekutu dimana tempat berkumpulnya angota tubuh Kristus. Untuk memuji dan memuliakan tuhan Yesus. SBY memang belum layak untuk menerima penghargaan ini. Bisa kita lihat masalah Gereja Yasmin di Bogor dan Gereja HKBP di Bekasi yang sampai sekarang masih sulit untuk membangun gereja dan juga gereja-gereja lain

  • …………Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman’ sauradaku jangan takut, gereja tidak boleh dibangun, yg sudah berdiri dirobohkan. Tidak usah marah………., Sesungguhnya gereja itu bukan bangunan. Gereja adalah Kita……. Tubuh kita, jadi kalau kita mengImani Yesus dengan kokoh, tidak akan ada yang bisa merobohkannya kita. Ketika zaman Tuhan Yesus dahulu juga tidak ada gereja, Tuhan Yesus mengumpulkan muridnya dialam terbuka, ditepi pantai, mengajar, berEkaristi jg dgn ikan dan roti………….. Toh bisa. Kalau saudara2 kita tidak memberikan toleransi, ingat saja PIKUL SALIB SANGAKAL DIRI itulah tugas kita sebagai murid Tuhan Yesus Tuhan Berkati Romo Franz M.S

    • Dh. End Benteng Gading, betul apa yg disampaikan oleh anda bahwa gereja adalah tubuh Kristus dimana Dia sbg Kepala Gereja dan kita sbg anggota-anggota tubuhNya. Ke imanan seseorang memang tdk ditentukan oleh bangunan phisik suatu rumah ibadah Tetapi untuk mewujudkan persekutuan iman kristiani dan ibadah mingguan (dlm jumlah banyak) kita tetap memerlukan rumah ibadah, soal diberi ijin atau tidak semuanya berpulang kepada kebijakan pemerintah di suatu negara. Demikian sekedar sharing saja dan terima kasih….Tetaplah berdoa !
      Wassalam, edw

  • Islam is beautiful but only suitable for inteligent pople. What made Islam sounds like terorist religion is the stupid people with stupid thinking like Achmad and the likes, unfortunately they are also Muslim.

  • Shalom. Salam buat Romo Magnis Suseno dan terima kasih atas pembelaan dan perjuangannya yg suci ini. Tuhan Yesus Memberkati.

    • @mstjokro, maaf saya beri tanggapan sedikit ya. Sebaiknya tidaklah perlu kita ikut2an memaki atau mengutuki mereka yg melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok Ahmadiah dan kaum Shiah di tanah air. Karena dengan begitu, maaf… apa bedanya kita sebagai umat Kristiani dng orang Farisi?, jika kita melakukan hal yg sama walau terbatas pada rasa kesal dan kecewa melihat perbuatan se-wenang2 mereka. Kita tunggu saja bagaimana tanggapan dari Yayasan AFC atas surat Romo Frans Magnis lebih lanjut. Terima kasih…

      Wassalam,

  • Kitab Suci Injil sudah banyak menulis tentang kaum Farisi, Saduki, Para Pemuka Agama. Di pewayangan juga sdh banyak dilukiskan. Mereka-mereka itu gambaran dari mereka yang sok agamis. Baca tuh KS-nya orang kristen biar loe-loe pada tahu kamu-kamu itu siapa — orang-orang munafik yang sok suci, yang kalau doa mesti pakai pengeras suara, nggak bisa pelan dan lembuh. Tuhan loe itu budeg kali ya. Bikin ribet dan bikin Indonesia tidak maju.
    Itu LSM yg mau kasih Award ke SBY itu LSM dari Ikhwanul Muslimin, yang pura-pura baik di depan tetapi menusuk dari belakang. Kesannya biar di Indonesia itu toleran, padahal di belakang kenyataannya antart umat Islam sendiri pada bunuh-bunuhan……kasihan deh bangsa ini gara-gara segelintir orang yang mengaku beragama tetapi sebetulnya kerasukan setan.
    Dan ujungnya, mereka-mereka yang sekarang berkoar-koar tentang bhw umat Islam itu sdh sangat toleran, sudah mengalah, sudah berkorban demi kebebasan agama lain; mereka-meraka ini juga akan pada modar dibunuhin oleh kelompok-2nya sendiri yang merasa tidak sejalan. Sama-sama Islam pun segera akan saling bunuh, sekarang sudah terlihat. Makanya jangan asal mbacot….otak dipakai dong…..bangsa bodoh saja pada bembelengan……….

  • mas eddy wiganda…ada juga benarnya tanggapan sdra..tp, apakah yg akan menerima penghargaan itu merasa terhina??? saya kurang yakin… salut dan saya dukung rm magniz, sebagai bentuk dukungan ke rm. magniz, saya akan share surat romo.. semoga kita semakin tahu apa artinya toleransi

    • @mas Albert, terima kasih atas tanggapannya. Terhina atau bangga bukan hal yg penting bagi orang yg rindu keadilan dan kebenaran serta toleransi ditegakkan di negri ini. Biarkan sejarah yg mencatat dan Sang Pencipta yg Maha Adil bertindak dengan kuasaNya. Saya hanya ingin mengajak anak bangsa ini untuk tepo-seliro, saling menghormati dan menghargai terhadap perbedaan yg begitu majemuk dan nyata dalam hidup dan kehidupan di dunia fana. Jangan hanya karena perbedaan diantara anak bangsa dan hanya karena ingin menunjukkan solidaritas yg ‘sempit’ lalu tindakan kekerasan diambil sebagai bentuk solidaritas tsb dengan meng-atasnamakan kelompok agama. Tuhan sendiri sangat memberi kebebasan utk memilih, agama yg mana yg pas menurut iman dan keyakinan masing2 Bukan hak kita utk menghakimi sesama dlm konteks keyakinan/agama (berbeda dng konteks hukum menurut undang2 dari negara). Hanya Allah satu2nya Pribadi yg mutlak yg memiliki kewenangan utk menghakimi manusia….Semoga…..

      Wassalam,

  • Kita lupa satu hal, jangan2 penghargaan dari AFC utk SBY sebagai bentuk ‘penghinaan’ (paradox) kepada seorang kepala negara/kepala pemerintahan dari suatu negara dng penduduk terbesar di Asia Tenggara. Karena mungkin saja si pemberi penghargaan menganggap SBY hanya “prihatin” saja menyaksikan kekerasan terhadap Ahmadiah dan Shiah tanpa ada tindakan konkrit dari pemerintah untuk meredam aksi anarkisme yang terus terjadi… Siapa tahu “penghargaan” tsb untuk mencoreng muka SBY di mata pemimpin2 dunia…walahualam
    Terima kasih…

  • Kalau suara dari pengeras suara di mesjid sih boleh dikata seperti makanan sehari-hari, tp kita tetap memberikan toleransi, tidak melakukan protes apapun karena itu berlansung paling lama 5-10 menit. Yg saya ga mengerti mengapa kalau mau bangun gereja susahnya perijinan sampai bertahun tahun. Tapi kalau bangun mesjid koq cepet tanpa melalui perijinan yg berbelit-belit (maaf mungkin saja tidak pakai IMB/UUG dsb)

  • Betul, yg kita butuhkan bukan sekedar prihatin tp tindakan konkrit dr seorang kepala negara dan kepala pemerintahan. Jangan rakyat dibuat bingung, contoh : Suharto, walalu ada kekurangan tapi ketegasan dia lakukan waktu harga BBM naik….

  • I really agree agree with Romo Magnis’ letter as in reality government of Indonesia led under SBY still do not take any action against anarchism from certain group to minority group either Moslem (Achmadi) more over to Christian. As the President of Indonesia, it seems, he lets the anarchism keep on going happened in this country who claimed as Pancasila nation. SBY, who has power to rule the country, looks weak and has no power at all against a little radical and extreem group.

  • The Appeal Conscience Foundation tidak seharusnya mengeluarkan penghargaan tanpa mengadakan penelitian yang mendalam mengenai peran serta atau malah tidak berperan sama sekali dari orang yang dinominasi tersebut. Apabila ACF adalah murni Lembaga yang bermartabat, hal ini tentu tidak terjadi.tetapi bila tidak bermartabat, biarkan saja karena sudah beberapa perguruan tinggi di luar negeri maupun Pemerintah2 negara lain yang telah memberikan Gelar Kehormatan kepada SBY tentunya dengan motivasi yang menjijikan dan merugikan rakyat Indonesia.

  • Memang kami dibatasi oleh kebebasan org lain. Tp mengapa, pada saat umat muslim mendirikan langgar/surau/masjid tdk pernah memperhatikan hak kami dari kaum minoritas. Sdh mendirikan tempat ibadah tampa memperhatikan hak kaum minoritas, tempat ibadah dipasang sound system spt buat panggung pertunjukkan. Mengganggu telinga. Di negara Arab saja tdk demikian, tdk perlu psg pengeras suara. Cukup teriakan & bedug sbg tanda waktunya sembahyang. Apakah dg pengeras suara yg dipsg keras2 menjamin umat umat muslim mau bersembahyang di masjid? Semua umat yg taat pasti tahu kapan dia hrs berdoa, tdk perlu dipanggil/diingatkan. Sb sebag besar warga Ind sdh bisa baca jam.

  • Memang fakta bahwa ada kebebasan beragama bagi kaum minoritas yang tidak diperhatian atau dibela pemerintah dan jika dilihat dari sisi ini maka jelas tidak tepat diberi penghargaan. Persoalan ini sangat sensitif dan harus sangat super hati-hati. Seandainya sby terlalu reaktif apa kemungkinan yang bisa terjadi dibandingkan dng tidak begitu reaktif? Memang ada emotional disini tapi jangan sampai terjebak karena keinginan atau tujuan orang tertentu. Setiap teror pasti mengharapkan respons dan kalau terjadi maka akan semakin hingar bingar. Para penggiat kemanusiaan atau gerakan bathin kemausiaan tergerak atau tersentuh seperti surat romo sangat tepat sekali dan di dukung tapi tetap dalam kebebasan emotional atau tidak terikat dengan ide itu sendiri. Terimakasih

    • Sby hanya selalu berkata “Saya prihatin” tapi tidak pernah memberikan pernyataan atau anjuran untuk menghormati agama minoritas. Lihat dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Gusdur saat ada kesemena-menaan yang menindas agama minoritas. Dia dengan tegas memberikan pernyataan atau keputusan, bahkan turun tangan sendiri untuk mengamankan dan mengatasi bentrokan yang terjadi antar agama. Apakah Presiden Gusdur terlalu reaktif? Seandainya SBY sedikit saja seperti Gusdur, yang terjadi mungkin keadilan beribadah bisa lebih ditegakkan di Indonesia dan kesemena2an tidak terjadi begitu bebasnya seperti saat ini.

      Regards

  • Terlalu lama Rakyat Indonesia dijajah “kunveni” jadi virus “devide et impera” merasuk ke segala sendi kehidupan…So rakyat Indonesia harus menemukan Kebenaran sejati itu…Kebenaran itu yang membebaskan.. terutama dari “EGO” pribadi atau golongan…. lanjutkan! hahahaha

  • Orang Indonesia itu sangat suka diberi penghargaan resmi sewaktu masih memegang jabatan. Kecenderungan ini sering dimamfaatkan untuk kepentingan orang yang memberi dan menerima penghargaan. Ada godaan dan kecenderungan bahwa penghargaan itu dipaksakan, bahkan bisa “dibeli”. Saya tidak keberatan kalau memang penghargaan itu pantas, obyektif, tertimbang demi kebaikan banyak orang. Sebagai bangsa Indonesia, saya bangga bahwa Presidenku dapat penghargaan dari ACF yang didirikan oleh Rabbi Arthur Schneier in 1965, tetapi sebaliknya saya malah malu karena penghargaan itu belum pantas melihat kenyataan di Indonesia. Saya kira, apa yang diprotes Pater Magnis sangat benar dan pantas kita dukung. Kirim protes, lansung ke ACF: https://www.facebook.com/AppealofConscience; atau ke “Appeal of Conscience Foundation” cari di Bing.

  • I do hope the ACF reads Fr. Magnis’s plead and reconsiders its decision to award SBY. With incidents happening to Muslim minorities and Christians here it will indeed be shameless for SBY to accept the award.

  • Not agree, in fact we have 2 public holiday, saturday for jew praying and sunday for Christian praying. But no holiday on friday, what a huge tolerance!!

    • Your arguments do not make sense at all very subjective and do not add up with the facts. The Sunday and Saturday are not because of tolerance those are because of the existing traditional International Time scheduling. Look at how tolerant is our country by demolishing churches and limited their expansion using the hands and power of law from the special interest group. Are there rooms other than intimidation power by mob rules and impartial dialogues? Are there free of speech in leaving other faiths to teach the other philosophies and point of views other than religion which originated from the totalitarian Arabian culture? The Indonesian original customs of tolerance, the beautiful jewels of the Tropic, gentle, welcoming has been dominated by totalitarian culture of the dessert country. Study the Political History of Indonesia from time immemorial in order to draw a conclusion.

    • Kang Ahmad baru kepikiran sama ane … kenapa hari Jumat ga libur ya? itukan penghulu hari di agama kita? Kita tetep kerja, malah ada sebagian sodara-sodara kita menggadaikan keimanannya karena harus nunggu mesin-mesin di pabrik.

      • Ya sudah mas r1zi, kalau begitu tolong Anda buka lapangan kerja (pabrik) yang bisa menampung sangattttttt banyak karyawan, kemudian meliburkan pegawai Anda di hari Jumat supaya bisa beribadah. Jadi Anda bisa beramal sangattttt besarrrrr karena mampu membantu mencegah sodara2 Anda bekerja pada tempat kerja yang bisa membuat sodara2 Anda menggadaikan imannya. Lalu, Anda sendiri sebaiknya jangan bekerja di perusahaan yang tidak memberi hari Jumat sebagai hari liburnya supaya Anda bisa sangaattttt khusuk beribadah. Sebaiknya keluar saja dari perusahaan tempat Anda bekerja sekarang apabila perusahaan tersebut tidak memberikan hari Jumat sebagai hari libur bagi Anda. Kalau Anda tetap bekerja pada perusahaan yang hari Jumatnya masuk, artinya Anda tidak konsisten. Kalau Anda tidak senang, silahkan keluar dari tempat kerja Anda. Atau Anda tidak punya keberanian untuk keluar dari tempat Anda sekarang?

        Regards.

    • jangan sok tau ahmad, tolong dipikir jangan asal ngomong aja…… apa yang telah romo franz suseno benar adanya… saya mengalami itu……. dan itu masih terus berlanjut hingga sekarang….. kebebasan beragama seperti cuma kata2x belaka……

      • Logika bisnis (ekonomi) saja. Apabila Indonesia libur hari jumat. Bagaimana perusahaan2 memantain bisnisnya? Kemudian hari apa yang akan dibuat sebagai hari kerja efektif? Apakah Senin-Kamis saja? Atau Sabtu-Kamis? Atau Minggu-Kamis? Sedangkan kita tahu kegiatan perdagangan dunia efektif pada Senin-Jumat. Indonesia MASIH SANGAT MENGANDALKAN hubungan dengan dunia international untuk menunjang kestabilan ekonominya.
        Tapi mungkin Ahmad dan Budi tidak mampu berpikir sejauh itu sehingga harus dimaklumi. Sepertinya Ahmad dan Budi hanya mampu melihat segala sesuatu dari perspektif agama, tanpa merasa perlu melihat persoalan2 lain melalui logika atau akal sehatnya. Sehingga hal apapun akan diklaim sebagai fakta2 yang benar (atau mencocok-cocokan) fakta2 yang sepertinya cocok untuk menunjukkan BETAPA BESAR rasa toleransi yang diberikan kepada umat beragama minoritas.

      • apa yang dikemukakan oleh akhmad ada benarnya, sebagai negara muslim terbesar di dunia, indonesia tetap memakai hari minggu sebagai hari libur setiap minggunya, bukan jumat, hal itu menandakan bahwa indonesia cukup bertoleransi.

        tapi fokus utama berita ini adalah sby diberik penghargaan krn sby dianggap sbg pemimpin yang berjasa didalam hal bertoleransi, ini yang tidak tepat krn selama pemerintahan sby terjadi pembiaran thdp tindakan ‘penindasan’ oleh sebagian orang thdp kaum minoritas dan yang lebih parah, reaksi sby thdp perbuatan tsb sangat mengecewakan.

        sebagai informasi, saya adalah seorang muslim.

      • @Ahmad, sebetulnya hari Jumat mau libur atau tidak kan hanya soal pengaturan pemerintah saja. Jika hari Jumat dibuat libur bagi kaum muslimin juga tdk masalah. Hari Sabtu tidak semua orang libur ada juga yg masuk, bukan berarti yg libur Sabtu mengikuti aturan Jew/Yahudi. Hari Minggu libur bukan karena Christiani, karena memang merupakan hari libur di semua negara, bukan hanya diperuntukan bagi umat Kristen. Christiani mengambil hari Minggu untuk ibadah karena hari Minggu karena tidak mungkin ibadah pada hari kerja atau hari Sabtu (kecuali Sabtu sore ada umat Katholikberibadah) Bahkan kaum komunispun memanfaatkan Sunday sbg hari libur. Itu pendapat saya mengenai konteks hari Jumat/Sabtu dan Minggu

      • @ahmad
        Sepakat kalau kebebasan kita dibatasi kebebasan orang lain. Begitu juga dengan kebebasan beribadah. Gereja yang sudah lama dibangun pun harus diruntuhkan, dengan alasan apa? karena masyarakat sekitar tiba-tiba tidak setuju agar ada Gereja di sana. Padahal, Gerejanya sudah lama ada, dan gara” SKB yg bilang harus memperpanjang izin, ketika mau diperpanjang maka ga diberikan. Hanya di jaman SBY! Ini memang benar namanya kebebasan yang dibatasi KEHENDAK orang lain

        Romo Franz Magnis Suseno pointnya bukanlah hanya masalah ini. Tapi sikap keacuhan SBY tentang toleransi agama di Indonesia. Seolah-olah negara sudah mati dan tidak bisa menjembatani. Seolah-olah pemeluk agama minoritas bukanlah WNI. Kami dikejar ketakutan pun dibiarkan oleh negara rejim SBY.

        Sekali lagi, konteks Romo Franz Magnis Suseno adalah dia mengingatkan ACF bahwa memberi SBY penghargaan negarawan terbaik adalah salah.

      • Kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain mas, di negara lain pun sama tidak seenaknya membangun tempat ibadah sesuai porsi presentase masing masing.

      • @Ahmad, toleransi bukan hny sekedar urusan libur dan tidak libur, dan juga bukan banyak tidaknya gereja di Indonesia. Bukan itu bung !, jika hanya mengacu kepada dua hal tsb, maaf, saya berpendapat anda “cetek sekali” pengetahuan tentang toleransi yg benar dan hakiki. Sungguh cara berpikir yg sangat “kerdil” menurut saya. Coba anda pikirkan dng jernih dengan logika yg benar dari orang dewasa, betapa sulit dan lamanya utk mengurus pendirian gereja dibanding dng pendirian mesjid. Bahkan yg jelas sudah ada putusan hukum tetap dari MA saja, sulit dilaksanakan karena seorang walikota ‘takut’ kepada ‘tekanan’ oleh kelompok tertentu, dalam hal ini adalah GKI Yasmin,Bogor dan HKBP Philadelpia,Bekasi, Lihat juga jemaah Ahmadiah dan kaum Shiah yg mengalami tindak kekerasan dari kelompok anarkis dan radikal, dijarah dan dibakar bahkan korban nyawapun melayang !.Apakah anda tahu siapakah mereka itu yg jadi korban kebrutalan kelompok radikal tsb. Anak bangsa negri ini bukan? Pantaskah menurut keyakinan agama yg anda imani, jika sesama anak bangsa melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama anak bangsa yg notabene adalah merupakan bagian dari bangsa di negri ini? Apakah tindakan kekerasan tsb dibenarkan menurut agama yg anda yakini dan imani.? Apakah jawab anda ? Sampai saat ini kaum Shiah di Sampang masih tinggal di pengungsian, mereka mau kembali tapi aparat pemdanya takut menerima mereka karena takut ‘mendapat tekanan’ dari kelompok lain. Inikah TOLERANSI yg dimaksud oleh anda!. Jika ya, ternyata benar dugaan saya bahwa anda masih belum mengenal dan mengetahui dengan baik dan benar arti toleransi yg sesungguhnya….
        Sebaiknya anda belajar lagi buku2 tentang hidup bersama dalam keberagaman dan kepelbagaian agar wawasan anda jadi luas dalam menjalani hidup dan kehidupan di bumi Nusantara bahkan di dunia ini….Semoga
        Salam damai untuk anda dan juga para komentator rubrik ini….
        Wassalam,

      • In fact, Ahmad, why we have 2 public holidays, Saturday and Sunday, is because for the sake of business interests, not because for praying interest.

        Please dont make yourself looks like a fool!!

        Regards

  • Very Agreed…. Romo, Now this politician years, how to way get peoples sympathetic of Indonesia, we has been sad.

  • Sby mau dikasih penghargaan atas toleransi umat beragama???yakin tuh…kirim org dulu ke indonesia…gmna rasanya jdi umat minoritas disini..mau persekutuan doa aja susah…bkin gereja aja susah…mana katanya negara berazaskan pancasila dan UUD’45?????

  • Ya, saya ngga ngerti juga based on what tuh institusi mau ngasih perhargaan ini kepd SBY sungguh akan melukai sebagian besar masyarakat indonesia, nga tepat sasaran tuh…..payah deh

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *